Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana merupakan konkretisasi antara Padepokan Filosofi sebagai sumber pemikiran dan pencerahan, serta Pondok Tani sebagai sumber penghidupan. Sebagai sumber pemikiran, Padepokan Filosofi bergerak dalam ranah advokasi filosofis, sedangkan sebagai sumber kehidupan, Pondok Tani bergerak dalam ranah advokasi pertanian.

Yasnaya Polyana merupakan padepokan yang namanya diambil dari tempat Leo Tolstoy bermukim untuk mendidik petani dan mengembangkan karya-karya penulisan sastra dan kemanusiaan. Dengan mengambil nama Yasnaya Polyana diharapkan Padepokan dapat mengilhami pencerahan intelektual dari masyarakat desa untuk kehidupan pertanian dan kaum marhaen bangsa Indonesia.

Didirikan oleh Ashoka Siahaan, guru filsafat, pergerakan pertanian dan kebangsaan. Visi pencerahan dan advokasi pertanian organik merupakan dua hal yang melatarbelakangi berdirinya Yasnaya Polyana. Selain itu, juga persoalan kebangsaan seperti demokrasi, ekologi, komunikasi, toleransi, perdamaian, kemanusiaan, pendidikan, ilmu pengetahuan maupun kesejahteraan manusia yang disebabkan oleh kemerosotan akal fikiran sehingga sangat memerlukan advokasi filosofis guna mengembangkan kebebasan berpikir kritis masyarakat dan membangun visi bahwa filsafat bukan monopoli segelintir manusia. Pada akhirnya, akan terbangun suatu “masyarakat berfikir” dengan budaya berfikir yang mengakar sehingga mampu mengatasi segala persoalan bangsa dan kemanusiaan.

Yasnaya Polyana bertempat di Desa Peninis, Windujaya, Kecamatan Kedung Banteng, Purwokerto, Jawa Tengah, dan telah dirintis sejak tahun 1974.