Site Loader
Hubungi Kami
Plakat Penghargaan Filosofi Tridaya Upaya Karsa Untuk Presiden Filsuf Sedunia, Ioanna Kuçuradi

Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana, Purwokerto mengucapkan Dirgahayu untuk Kabupaten Banyumas yang ke 450 tahun. Dalam capaian usia yang hampir 5 abad tentunya banyak pasang surut dan dinamika yang berkembang di Kabupaten kita tercinta ini. Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik yang menjadi bagian dari keluarga besar Kabupaten Banyumas berusaha untuk terus ikut berperanserta memajukan kehidupan rakyat Banyumas sebagaimana cita-cita dan jejak langkah kami selama 25 tahun ini. Keikutsertaan tersebut kami upayakan dalam berbagai bentuk aktifitas yang lahir dan dimulai dari padepokan kita ini dengan bernafaskan advokasi filosofi dan filsafat bukan monopoli segelintir manusia. Mulai dari kegiatan literasi, pertanian organik, dan yang terakhir program Penghargaan Filosofi Tridaya Upaya Karsa yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir sebagai wujud apresiasi kami kepada para tokoh yang banyak berperan dalam memajukan bidang-bidang kehidupan serta kemanusiaan, dan kami harapkan akan menjadi ikon baru bidang budaya dan intelektual di Banyumas

Penghargaan yang rutin kami selenggarakan setiap tahun ini kami upayakan agar dapat memberikan makna kepada rakyat Banyumas khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Ditengah maraknya kegiatan seremonial yang rutin digelar, kami mencoba menghidupakan nilai dan sendi pemikiran filsafat untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan arah gerak untuk Kabupaten Banyumas dan seluruh rakyat dan intelektualnya. Dengan sebuah pengharapan bahwasanya ditengah-tengah sesuatau yang rutin dan seremonial tetap muncul pemikiran kritis di dalam dinamika kehidupan rakyat yang semakin komplek laksana sumber air yang terus menghidupi.

Pada tahun pertama 2019 lalu kami memberikan Penghargaan Filosofi dengan membawakan paper orasi ilmiah berjudul “Tridaya Upaya Karsa” yang menjadi mazhab Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik sebagai renungan kritis dan upaya memberikan solusi terhadap banyaknya persoalan manusia. Tridaya Upaya Karsa mendasari gerak pencerahan Padepokan sebagai energi bergerak sosial dan kemanusiaan agar rakyat senantiasa progresif dinamis dan berupaya, tidak lantas pasif dan menjadi mapan serta bersikap acuh terhadap perkembangan masyarakat, bangsa dan negaranya, namun dapat memberikan keseimbangan antara teori dan praktek. Penghargaan pertama ini kami anugerahkan kepada tokoh Presiden Filsuf Sedunia Ibu Ioanna Kuçuradi dari Turki, Ibu Prof. Dr. Suhartati (Guru Besar Unsoed) dari Banyumas, Ibu Maria Roewiastuti (Tokoh Agraria)dari Solo, dan Bapak Basuki (pegiat organik Banyumas). Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari berbagai kalangan terbukti dengan banyaknya elemen masyarakat yang hadir dan mensupport kegiatan ini. Kegiatan ini pun kami bukukan sebagai buku Penghargaan Filosofi Tridaya Upaya Karsa #1.

Tahun kedua (2020) Padepokan Filosofi memutuskan untuk orasi dalam bidang kehidupan politik bangsa oleh Pendiri Padepokan Filosofi, Ashoka Siahaan. Politik dalam arti umum bukan politik praktis. Dengan mengambil tema sentral pada paper orasi ilmiah berjudul “Matinya Politik”. Penghargaan Filosofi tahun kedua ini dianugerahkan kepada empat tokoh yakni Ibu Ostina Emanuel Pandjaitan dan Ibu Albertina Baramuli Kaunang selaku Dewan Kehormatan Padepokan dari Jakarta, Bapak AKP. Sunardjo (Mahaguru Merpati Putih Banyumas), dan Bapak KH. Abbas Muin (Pengurus PBNU). Padepokan berupaya memberikan warning terhadap situasi perpolitikan disegala bidang kehidupan, baik itu politik ekonomi, politik budaya, politik partai, dan bidang politik lainnya dengan sebuah pengharapan rakyat dapat semakin tercerahkan bahwa segala bidang kehidupan tak dapat lepas dari peran politik. Poin penting dari penghargaan kedua ini adalah memberikan pesan bahwa sebagai bangsa harus dapat berdikari, swadhesi dan autarki dengan pengembangan usaha mikro kecil menengah pada kehidupan rakyat serta antisipasi terhadap perubahan dunia yang cepat di segala bidang kehidupan terlebih masalah perekonomian.

Di tahun ketiga ini (tahun 2021) Indonesia dan dunia berduka dengan adanya wabah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh Negara bangsa di dunia. Sebagai bentuk ungkapan rasa prihatin serta empati yang tinggi terhadap semua pihak yang menjadi korban dari adanya pandemi ini, dengan berat hati Penghargaan Filosofi Tridaya Upaya Karsa tahun ketiga harus kami tiadakan mengingat berbagai macam upaya pemerintah dan dunia dalam mengatasi wabah ini mengharuskan kita semua harus mentaati aturan baru “new normal” sebagai wujud peran serta warga Negara yang baik dalam upaya menghentikan penyebaran virus ini. Bukan kami tidak berkeinginan menyelenggarakan dalam bentuk virtual, akan tetapi bagi Padepokan Fiosofi justru perjumpaan tatap muka antar manusia menjadi poin penting yang kami bangun dan sebagai sebuah keyakinan bahwa semua persoalan akan ditemukan jalan keluarnya dengan adanya perjumpaan antar manusia. Namun, kami memilih untuk tidak menyelenggarakan sebagai wujud ketaatan dan empati yang juga harus ditegakkan sebagai bagian dari apresiasi terhadap kelangsungan hidup manusia.

Padepokan mengapresiasi penuh tindakan pemerintah serta rasa bangga dan terimakasih kepada para petugas medis yang berjibaku di garis depan dalam memberikan pelayanan kepada para korban maupun mensosialisasikan berbagai aturan kepada seluruh rakyat. Kami juga turut berduka cita atas banyaknya teman, saudara, maupun orang-orang yang dikasihi yang menjadi korban dan meninggal dunia. Kami mendoakan agar keluarga yang tertimpa pandemi ini maupun yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menerima musibah ini. Padepokan juga kehilangan dua tokoh yang mendapatkan penghargaan pada tahun pertama yakni Ibu Maria Roewiastuti yang juga menjadi korban Covid-19 serta Ibu Ostina Emanuel Pandjaitan yang meninggal karena sakit. Ungkapan terimakasih juga kami sematkan kepada Bapak Bupati Banyumas Ir. H. Achmad Husein yang berjuang di garis depan melawan persebaran Covid-19 dengan sungguh-sungguh serta segala bantuannya pada penyelenggaraan Penghargaan Filosofi pertama dan kedua yang lalu.

Kami berpengharapan untuk tahun depan kondisi akan kembali pulih sehingga apa yang tertunda di tahun ini bisa menjadi introspeksi untuk lebih baik di tahun depan serta menjadikannya renungan kritis atas perkembangan dunia dan umat manusia bahwasanya kewajiban kita bersama untuk saling menguatkan satu sama lain.

Kembali kami haturkan Dirgahayu untuk Kabupaten Banyumas dan mohon maaf atas ketiadaan penyelenggaraan Penghargaan Filosofi Tridaya Upaya Karsa untuk tahun ini. Semoga pencerahan dan kebaikan selalu menyertai kita dan bersama untuk bahu membahu dan saling mendoakan agar pandemi Covid-19 ini segera teratasi dan berlalu.

Panitia Penghargaan Filosofi Tridaya Upaya karsa

Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana

Warseno

Post Author: Yasnaya Polyana Indonesia

Yasnaya Polyana Indonesia, Padepokan Filosofi & Pondok Tani Organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *