Pondok Tani merupakan tempat yang kaya akan nuansa alam dan keanekaragaman kehidupan di pertanian. Tidak mengherankan jika tempat ini menjadi pilihan bagi para enterpreuner di zaman Hindia Belanda khususnya coffee plantation disamping tanaman komoditi lainnya. Oleh karena mereka menganggap tanah daerah ini merupakan tanah tersubur di Jawa Tengah. Dengan kesadaran bahwa tempat ini yang memiliki banyak cerita sejarah dari para pioner Belanda, maka kita harus bersikap kreatif dalam arti kita tidak boleh hanya sebagai penyedia bahan mentah, namun harus dapat mengolah secara kreatif pula hasil tani organik. Pondok ini bermaksud mengenalkan kepada masyarakat luas tentang keanekaragaman itu secara langsung. Dikalangan awam, pemahaman tentang aneka kehidupan yang unik di pedesaan dengan segala corak penghasilan dan cara kerja sesungguhnya amat penting untuk dikembangkan. Namun, selama ini akses untuk mempelajari dan mengenal langsung dunia agraris dengan cara yang tidak formal amatlah terbatas dan tidak kreatif.

Pondok tani dan Wisata Alam Yasnaya Polyana dirintis sejak tahun 1974, dengan sistem pertanian organik (organic farm), namun baru termatangkan konsepnya pada taun 1984. Pondok ini menempati luas areal 7 ha, yang sebelumnya meupakan coffee plantation dan ranch seorang Belanda Meneer Davidson pada tahun 1900. Pondok ini terletak di kaki Gunung Slamet nan indah. Berjarak lebih kurang 6 km dari tempat wisata Baturaden. Iklim di daerah ini berhawa sejuk dengan suhu rata rata 18-23°C.