Site Loader
Hubungi Kami

Purwokerto, 2 Maret 2020. Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana memberikan renungan kritis terhadap kehidupan tani yang semakin ditinggalkan oleh generasi muda Indonesia. Meski dalam beberapa pemberitaan media belakangan muncul tren MINAT pemuda yang bertani di luar negeri meningkat, namun nampaknya tidak secara riil terjadi di Indonesia. Keingintahuan kaum milenial terhadap kehidupan desa dan tani hanya sebatas gerakan di platform digital. Alih-alih menyediakan kanal untuk membantu kaum tani, namun yang terjadi juga tak lebih dari calo muda dan tengkulak yang semakin canggih dengan teknologi multimedia dan digital. Sedang nasib petani tetap saja miskin.

Disatu sisi pemerintah selalu berusaha untuk mendorong rasa ingin bertani bagi generasi muda, namun kebijakan alih fungsi lahan produktif untuk pembangunan infrastruktur dan pembangunan perumahan justru semakin marak. Lebih lagi pemerintah senang dengan mempublikasikan kisah-kisah sukses petani muda di berbagai daerah dengan penghasilan ratusan juta, namun tidak pernah terdokumentasi proses panjang, pedih dan berat bagaimana kehidupan tani berjalan.

Bagaimana menciptakan suasana agar anak muda mau bertani dan merasakan secara empiris kehidupan tani menjadi sangat perlu untuk dilakukan. Agar keinginan hidup sebagai petani didasari rasa yang kuat pula untuk mau berkorban dan kerja keras yang tentu juga banyak sekali resiko yang harus dialami. Atau setidaknya bukan hanya gambaran indah dan uang ratusan juta yang menjadi tujuan, namun benar-benar menyelami kehidupan tani dan desa yang komplek dan butuh ketahanan mental serta ideologi.

Padepokan Filosofi bersama Lembaga Advokasi Kearifan Lokal yang pada awal tahun menggagas sebuah komunitas untuk mewadahi nana-anak muda yang ingin mengabdikan diri pada kehidupan desa dan tani, anak muda yang ingin mencari jalan hidupnya lewat tani dan mendekatkan diri dengan alam, para aktivis yang menolak untuk menjadi lumpen atau parasit, anak muda yang sudah penat dengan hiruk pikuk kota serta anak-anak muda yang mencoba berdikari sesuai ajaran Sang Proklamator, maka dibentuklah Komunitas Tinandur yang mewadahi keinginan tulus untuk hidup sebagai petani bagi anak muda dari berbagai macam latar belakang untuk sama-sama memperjuangkan hidup dan kehidupan.

Tinandur dirancang sebagai gerakan yang membekali anak muda untuk berdikari dan penyadaran bahwa menjadi manusia tani maupun aktivis tani haruslah seimbang dalam pemikiran dan penghidupan. Dalam kesempatan launching komunitas Tinandur, juga diperkenalkan sebuah program yang dapat diikuti oleh anak muda dari berbagai kalangan yang ingin berkontribusi pada kehidupan tani dan desa, baik mereka sudah pernah bertani maupun tidak mengenal tani sama sekali. Syaratnya asal niat kuat dan sanggup mengikuti program selama satu bulan penuh. Program ini diberi nama Tani Lelana. Bagi yang berminat dapat mengirimkan data diri ke email kami (javayasnayapolyana@gmail.com)

Komunitas Tinandur mencoba membuka ruang alternatif bagi mereka yang ingin singgah dan merasakan bertani dalam kurun waktu singkat. Diharapkan Tani Lelana ini mampu membangun pondasi kesdaran bagi anak muda bahwa bertani itu tidak mudah, namun menantang, bertani itu tidak instan, namun akan menghidupi, dan sekaligus mengajarkan manusia untuk hidup sebagai manusia organik, serta merawat dan memnfaatkan alam secara adil.

Maziddin Yukanda tengah melaunching Komunitas Tinandur dan Program Tani Lenana

Mazidin Yukanda sebagai ketua sekaligus yang melaunching komunitas dan program Tani Lelana mengajak kepada generasi tua dan muda untuk kembali bertani. Baginya kehadiran orang tua yang memberikan energi positif bagi pemuda untuk kembali bertani sangat diperlukan hari ini. Ditengah keegoisan individu dan semakin buasnya iklim kehidupan sosial tanpa mau bergotong-royong dalam hidup. Serta anak muda yang merasa sangat digitalize menjadikan mereka enggan berkotor-kotor dalam menggarap dan merawat alam, hanya karena alasan ekonomis dan mengedepankan sikap oportunis mereka.

Post Author: Yasnaya Polyana Indonesia

Yasnaya Polyana Indonesia, Padepokan Filosofi & Pondok Tani Organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *