Site Loader
Hubungi Kami

Purwokerto,31/3/2019, Mahasiswa dan dosen dari Universitas Surya, Tangerang berkunjung ke Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana. Rombongan berjumlah 40 mahasiswa dan 3 dosen tersebut dipimpin oleh Albert Kuhon, dosen sekaligus wartawan senior. Kunjungan tersebut adalah rangkaian dari kegiatan study tour dan kunjungan industri yang bertemakan Foodventure Universitas Surya untuk belajar tentang industri pangan dan pengolahan rakyat maupun pabrikan. Di Padepokan mereka belajar industri rakyat atau UMKM yakni pengolahan Kopi Banyumas Organik merek Ashoka dan pengolahan brown sugar (gula semut) organik. Cara pengolahan tradisional dan bagaimana industri rakyat beroperasi menjadi hal menarik yang melengkapi pengetahuan di kampus serta mahasiswa diharapkan mau dan mampu melihat geliat perekonomian yang begulir dari industri yang dikelola secara tradisional oleh rakyat.

Malam Keakraban Universitas Surya dan Padepokan Filosofi

Sebelum belajar tentang produksi kopi dan gula semut yang ada di Padepokan, acara dimulai dengan malam keakraban (makrab) dengan kegiatan pekernalan dari pihak tim padepokan pada malam harinya. Ashoka Siahaan, Pendiri Padepokan, menjelaskan bahwa Padepokan memiliki beberapa lembaga yang lahir di dalamnya antara lain Lembaga Advokasi Kearifan Lokal (LAKL) dan juga kelompok tani (Poktan) Maju Desa Indonesia yang digerakan oleh anak-anak muda. Warseno, selaku ketua LAKL juga menjelaskan selain bertani, di Padepokan juga belajar tentang filosofi serta aktifitas intelektual, khususnya dalam LAKL sendiri bergerak mengadvokasi kearifan local contohnya dalam bidang pertanian dengan menggunakan sistem pertanian organik dan dikembangkan dalam manajemen yang modern.

Pertanian yang ada di Padepokan digerakan oleh anak-anak muda yang menerapkan pengetahuan yang didapatkan dalam kampus dalam bertani seperti pengalaman berorganisasi, manajemen usaha dan marketing jelas Alif Syuhada saat memperkenalkan Poktan Maju Desa Indonesia. Untuk divisi marketing dimotori oleh Karismha Pribadhy yang menjelaskan marketing komoditas pertanian di Padepokan, dan juga Mazidin Yukanda yang memegang riset komoditas pala dan dapur pengolahan pangan Padepokan menjelaskan pengalaman menarik bertani di padepokan yang membuat hidup sehat jasmani dan rohani dibandingkan dengan kehidupan di kota yang tidak sehat dan konsumtif.

Mahasiswa sedang mengamati penderes yang menyadap air nira kelapa

Selain melakukan usaha tani, Poktan Maju Desa Indonesia juga menyelenggarakan pelatihan pertanian dan pengolahan pangan yang telah berjalan bersama petani Brebes maupun pihak universitas di Padepokan dan juga Padepokan telah ditunjuk oleh Kabupaten Banyumas sebagai P4S untuk melatih budidaya kopi dan pengolahan serta kedaulatan pangan. Setelah perkenalan selesai, acara dilanjutkan oleh kegiatan makrab mahasiswa dan dosen Universitas Surya. Albert Kuhon menambahkan setelah acara perkenalan tersebut agar mahasiswa tidak ragu untuk bertani walaupun berasal dari kota sebagaimana petani-petani muda di Yasnaya Polyana.

Mahasiswa mendengarkan penjelasan tentang pengolahan kopi Robusta Ashoka

Pada esok harinya (1 April 2019), rombongan mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti proses pengolahan komoditas kopi dan gula semut mulai dari budidaya hingga proses pengolahan dan packaging. Untuk pengolahan kopi dipandu oleh Edi Daryono bersama Miftahul Saleh mengunjungi kebun kopi dan nanas meliputi budidaya nanas dan kopi kemudian dilanjutkan dengan demo proses pengolahan kopi hingga seduh di Bangsal Sarojini. Sedangkan kelompok yang lain dipandu oleh Warseno dan Alif Syuhada menyaksikan proses penyadapan nira kelapa hingga proses pemasakan gula hingga menjadi gula semut. Para mahasiswa terlihat sangat antusias bertanya maupun ikut mencoba memasak gula maupun langkah-langkah mengolah kopi.

Post Author: Yasnaya Polyana Indonesia

Yasnaya Polyana Indonesia, Padepokan Filosofi & Pondok Kopi Organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *