Sejarah

Padepokan ini merupakan wadah pembenihan dan penumbuhan advokasi filosofis yang merupakan wadah pertama di Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 1995. Filosofi padepokan ini ialah pencerahan bagi para pengarang dan kaum profesional lainnya yang memadukan dunia ide dan kenyataan sebagai fenomena kehidupa intelektual sehari-hari. Padepokan ini memfasilitasi meraka dalam berkreasi dan menulis. Ide dan kenyataan dua sisi kehidupan yang saling memaknai, terpadu dan menigkatkan nilai tertinggi harkat kemanusiaan kita melalui penalaran dan kesadaran yang kritis.

       Dengan memberikan nama Yasnaya Polyana pada padepokan ini diharapkan mampu melanggengkan nilai-nilai filosofi tersebut seperti ilham filosofis yang tertemukan oleh pujangga besar Rusia, Leo Tolstoy. Makna terdalam Yasnaya Polyana ialah pencerahan intelektual dari desa atau sekolah bagi kaum tani. Dalam arti : “Siapa yang harus belajar menulis tentang siapa; anak petani yang bagian dari kita atau kita yang bagian dari anak petani?”

      Dengan makna Yasnaya Polyana (”sunlit meadows”) padepokan ini bisa menjadi pusat ziarah filosofis bagi siapa saja yang ingin kehidupannya dalam kesederhanaan. Padepokan ini cocok juga untuk menempah kader-kader kepemimpinan bangsa dari sudut kemampuan berpikir dan bermoral.