Pusat Kajian Ideologi Pancasila : Kopi Serikat Gotong-royong

[caption id="attachment_492" align="aligncenter" width="640"] Demonstrasi Cupping Coffee oleh Ashary Kimiawan disela-sela acara Seminar bertajuk Kearifan lokal dan Ketahanan Ideologi[/caption] Purwokerto (30/07), Lembaga Advokasi Kearifan Lokal bersama Pusat Kajian Ideologi Pancasila dan Kementerian Dalam Negeri RI menggandeng Komunitas Juguran Kopi se Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmas-cakep) mendiskusikan peranan kopi-kopi…

Mendigitalkan Budaya di Dunia Yang Baru

Kebudayaan dalam dunia digital baru menjadi topik yang dibahas dalam World Culture Forum 2016 di Bali (12/10/16). Tema ini dibahas dengan tujuan untuk menggali pengalaman-pengalaman di bidang sektor budaya. Terlebih lagi saat ini tiap negara yang menghadapi konsekuensi akibat dari perkembangan dunia digital berusaha untuk mendorong, melestarikan, dan menjadikan budaya…

Membangkitkan Kembali Kebudayaan untuk Keberlanjutan Pedesaan

BNDCC (11/10/16), World Culture Forum 2016 hari pertama diawali dengan tiga simposium. Simposium pertama mengangkat tema Membangkitkan KemBali Kebudayaan Untuk Keberlanjutan Pedesaan. Simposium kedua berbicara tentang air untuk kehidupan dan simposium ketiga mengangkat tentang sejarah, ruang kota dan gerakan. Dalam simposium pertama menghadirkan tiga pembicara utama yaitu Aleta Baun, kepala…

Memaknai Air Untuk Kehidupan Menjadi Tema Di Simposium Dua World Culture Forum 2016

Subak atau sistem pengairan sawah menjadi fokus utama dalam Simposium 2 World Culture Forum yang diselenggarakan di Bali pada 10-14 Oktober 2016. Mengangkat tema “Water of Life: Reconciling Socio-Economic Growth end Environmental Etchics”, pemerintah Indonesia mengajak seluruh masyarakat dunia berdiskusi akan pentingnya air sebagai bagian dari pertumbuhan sosial dan pembangunan…

World Culture Forum 2016 Bali

Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana melalui lembaga Advokasi Kearifan Lokal (LAKL)-nya berkesempatan mengikuti event internasional yakni World Culture Forum (WCF) 2016 di Bali, 10-14 Oktober 2016. Forum kebudayaan yang dihadiri sekitar 65 negara dengan 1800 an peserta ini diselenggarakan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang…

Pelatihan Nutrisi dan Fermentasi VCO

Tanggal 23-26 Juni 2012 tepatnya, kami dari Tim Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana meyelenggarakan pelatihan tani dari Desa Piasa Kulon Kec. Somagede Kab. Banyumas guna melakukan Pelatihan Nutrisi dan Fermentasi VCO . Dengan dorongan rasa ingin tahu yang tak kenal lelahnya itu, mereka justru merasa sangat senang juga bangga. Sangat…

CSR di antara Bisnis dan Sosial

Media, Perusahaan, pemerintah serta Lembaga Swadaya Masyarakat memberikan perhatian lebih akhir-akhir ini terhadap isu Corporate Social Responsibility/ Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Isu ini telah menciptakan alur tersendiri dalam mengubah hubungan antara bisnis/perusahaan, masyarakat, LSM dan pemerintah. Tidak hanya perubahan hubungan tersebut, CSR juga menciptakan adanya isu lingkungan, pengelolaan perusahaa/good governance,…

Ekowisata, Atmosfer Tolstoy, dan Harmoni Kebhinekaan di Kaki Gunung Slamet

Siapa yang menyangka jika sebuah gagasan mulia dan inisiatif bertaraf internasional terlahir di sebuah desa kecil di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah, tepatnya di desa Windujaya, Kedungbanteng, Purwokerto. Sebidang tanah di desa ini telah disulap menjadi sebuah padepokan filosofi dan pondok tani organik yang mampu mengusung tema dan mengamalkan ekowisata,…

Agroliterasi

Setelah melanglang ke beberapa negara, pada akhirnya sastrawan masyhur Leo Tolstoy kembali ke kampung halamannya. Di Yasnaya Polyana, demikian nama kampungnya di selatan Rusia, Tolstoy mengelola sekolah desa dan bertani. Pada masa menjadi “petani” inilah lahir dua magnum opus-nya yang kemudian jadi warisan literasi dunia, War and Peace (1863) dan…