Kegelisahan Keuangan

Kalau tidak salah, politik keuangan dalam arti angka-angka dan keterangan mengenai Rencana Anggaran Belanja belum ada. Keterangan yang kita terima ialah perubahan gaji pokok menurut peraturanperaturan yang baru, dan usaha Kementerian Keuangan untuk menarik kembali segala Mata Uang Republik Indonesia.

Menimbang peraturan gaji yang baru ini dapat kiranya kami nyatakan bahwa hakikatnya peraturan tersebut adalah suatu alat penggelap (lapmiddel) saja. Karena sewaktu Belanda masih berkuasa dan mengadakan peraturan gaji yang sekarang telah dihapuskan, harga barang-barang adalah lebih rendah dari harga barang-barang seluruhnya pada dewasa ini.

Tegasnya, menurunkan gaji tersebut tidak berdasarkan kenyataan perekonomian pada dewasa ini, sehingga menimbulkan kelesuan diantara kaum kerja.

Pemerintah menarik kembali Uang Republik Indonesia dengan tidak menentukan kurs lebih dulu antara nilai mata Uang Republik Indonesia tersebut dengan mata uang yang dianggap sah adalah menyulitkan tenaga membeli oleh rakyat umum. Sebab menurut kenyataan perjuangan republik rakyat umum lah yang menanggung perjuangan bangsa seluruhnya.

Artinya adalah sesuatu kenyataan, bahwa Uang Republik Indonesia(ORI, Oeang Republik Indonesia, ed.) yang dulunya dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, dan setelah Belanda menduduki kota-kota sejak aksi militer Uang Republik Indonesia inilah yang mengalir ke daerah gerilya dengan alat mana kaum gerilya dapat membeli bahan makanannya.

Sementara itu Uang Republik Indonesia inilah yang terus menerus merosot, lebih-lebih setelah pemulihan kekuasaan kepada republik, karena sejak itu sebaliknya uang yang dinamakan Uang Federal jugalah yang menjadi mata uang yang sah, sekalipun Uang Republik Indonesia yang membiayai negara atas dasar milik kepunyaan rakyat Republik Indonesia.

Maka melihat keadaan keuangan yang gelisah ini harus lah dengan tindakan-tindakan yang tepat antara pemerintah dan rakyat, teristimewa antara Pemerintah dan Perwakilan Rakyat. Pemerintah harus lah praktis dan rasional mengerahkan segala tenaga ahli keuangan dari bangsa apapun ke jurusan perbankan, keadaan keuangan dan kemakmuran rakyat umumnya.

Sebagai tersebut di atas. Kiranya dalam hal ini syarat penting sekali ialah, bahwa di samping mengadakan tindakan-tindakan yang nyata dan keras dalam perekonomian sebagai berkali-kali telah kami kemukakan, ialah pemasukan bahan-bahan makan yang sangat perlu, dan alat-alat produksi, sehingga produksi di negeri kita dapat berlipat ganda, sementara dalam hal itu perlu diblokir segala milik kepunyaan yang bertimbun-timbun di luar negeri oleh perseorangan selama masa pergolakan Revolusi Nasional. (Samuel Pandjaitan + 1921-1967).

 

 

Renungan Koran Soember 1950

Artikel ini diambil dari Koran Soember tanggal 14 Maret 1950, koran soember didirikan oleh (alm) Samuel Pandjaitan, sekaligus sebagai Pemimipin Umum dan Pemimpin Redaksinya. Dengan bahasa yang mudah dicerna, koran soember menjadi media pendidikan politik di masa kemerdekaan dan tetap relevan hingga masa pasca reformasi sekarang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *