World Culture Forum 2016 Bali

World Culture Forum 2016 Bali

Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana melalui lembaga Advokasi Kearifan Lokal (LAKL)-nya berkesempatan mengikuti event internasional yakni World Culture Forum (WCF) 2016 di Bali, 10-14 Oktober 2016. Forum kebudayaan yang dihadiri sekitar 65 negara dengan 1800 an peserta ini diselenggarakan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang merupakan event kedua setelah pelaksanaannya empat tahun yang lalu.

LAKL yang didirikan sebagai sebuah lembaga yang konsen pada advokasi kearifan lokal telah berkiprah pada upaya-upaya pendampingan petani dengan memberikan pelatihan pertanian secara organik, mengedukasi anak tani dan pembentukan komunitas-komunitas seni dan budaya serta memberikan kursus filsafat dengan sebuah seruan bahwa filsafat bukanlah monopoli segelintir manusia.

WCF 2016 diharapkan oleh LAKL dapat menjadi event yang mampu memberikan output yang nyata bagi  kebudayaan, khususnya kebudayaan lokal yang tentu bersentuhan langsung dengan rakyat bawah. Seperti contohnya tentang pelestarian hutan, pelestarian sumber air, keanekaragaman hayati dan adat istiadat yang memiliki dampak positif bagi kemanusiaan. Pembangunan yang sedang digalakkan tidak boleh bertentangan dengan kebudayaan yang memihak rakyat (Humanis) dan pelestarian terhadap kebudayaan itu sendiri.

Bapak Ashoka Siahaan dan Warseno yang menghadiri kegiatan tersebut akan mengikuti beberapa simposium yang menitiktekankan pada penjagaan bumi dan pelestarian kebudayaan sebagai salah satu tanggungjawab dari pembangunan berkelanjutan.(red/sen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *