Pelatihan Nutrisi dan Fermentasi VCO

Tanggal 23-26 Juni 2012 tepatnya, kami dari Tim Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana meyelenggarakan pelatihan tani dari Desa Piasa Kulon Kec. Somagede Kab. Banyumas guna melakukan Pelatihan Nutrisi dan Fermentasi VCO .

Dengan dorongan rasa ingin tahu yang tak kenal lelahnya itu, mereka justru merasa sangat senang juga bangga. Sangat mengherankan tentunya, orang-orang yang sudah berusia tualah yang datang menghadiri Pelatihan Tani ini, namun demikian demi mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas guna untuk mengembangkan kehidupan mereka di dalam dunia pertaniannya itu, semangat  jiwa-jiwa muda justru muncul di diri orang-orang yang usianya sudah cukup tua ini. Dengan terus memperhatikan setiap materi yang kami berikan yang mana peserta-peserta ini sampai-sampai tertegun begitu dalamnya dan ketika pemberian materi selesai tak sedikit dari mereka menanyakan hal-hal yang mereka belum paham. Kami pun merasa senang dalam melaksanakan jalannya pelatihan ini, rasa pehatian dan keaktifan mereka ini betul-betul positif dan tidak membosankan. Dan setelah diberikan materi itu, dalam mempraktekkannya mereka demikian teliti dan sigap menjalankan rancangan materi yang diberikan oleh pembimbingnya itu hingga Pelatihan berjalan dengan lancar. Seperti yang diharapkan di Pelatihan kali ini dan selanjutnya yaitu proses jalannya Pelatihan dapat terwujud dengan lancar seperti ini dan dimengerti juga diterima dengan baik oleh para petani ini. Satu lagi kesan yang mengejutkan dari mereka yaitu salah seorang tani berujar bahwa meskipun mereka secara fisik sudah tua namun secara semangat mereka hadir dengan jiwa-jiwa yang muda daripada mereka orang-orang yang secara fisik terlihat muda namun jiwanya justru malah menua.

Menjelang akhir acara pelatihan, Bp. Ashoka pun ikut serta mengisi beberapa masukkan dengan sesi pencerahan yaitu tentang filsafat tani  pada para peserta, sebagaimana itu memberikan renungan-renungan pada mereka di dalam membangun kesadaran bertani organik, salah satunya yaitu bahwa di dalam dunia pertanian organik para petani terbangun sikap mandiri dengan pengertian bukan jalan sendiri-sendiri tetapi mampu bersolidaritas melakukan hubungan antar petani, saling berbagi ilmu dan informasi, berkesadaran lingkungan, juga saling bekerja sama di dalam membangun sebuah kelompok tani.

Acara Pelatihan pun akhirnya ditutup, dengan penuh rasa syukur, bangga juga bahagia bahwa hingga acara ini berakhir kita semua saling mendapat pencerahan baru, pengalaman berharga, keselamatan yang paling utama yaitu kesehatan, serta kelancaran berlangsungnya acara ini. Namun, demikian ini bukan kepuasan semata yang telah tercapai, juga bukan berarti sudah selesai perjuangan bagi para petani, akan tetapi perjuangan-perjuangan kita ini akan terus berlanjut ke depannya hingga akhir hayatnya. Maka diharapkan sekali bahwa setelah melakukan pelatihan ini para petani akan mempraktekkan ilmu yang didapat juga mengembangkannya demi kelangsungan hidup para kaum tani selayaknya seorang petani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *